Diam
Pernahkah kamu ingin diam, sedangkan kamu diantara teman-temanmu? Atau di tengah keramaian? Dan kamu hanya diam. Aku pernah. Dan aku ingin diam tanpa disebut diam. Aku membutuhkan seorang teman yang mampu menemaniku dalam diam. Sekalipun itu berupa isyarat. Tanpa merasa bosan. Seseorang yang membuatku tetap ada sekalipun aku dalam diam. Bahkan dalam kesunyianpun sering terasa ramai. Kesunyianpun bisa menciptakan kebisingan. Bersorak-sorai di dalam kepalamu. Seringkali malah lebih ramai dibanding lingkungan di sekitarmu.
Rie diam = Rie bete. Suatu anggapan yang salah. Kadang aku hanya ingin diam. Dan diam ada karena bicara. Ada saatnya aku bosan berbicara bahkan dengan diriku sendiri. Diamku bukan karena nggak tau apa yang harus dibicarakan. Tapi nggak ingin bicara.
Karena itulah aku butuh "kamu". Untuk menemani ke-diam-anku. Tanpa disebut diam...


2 comments:
Tiap hari Rie..maunya diem aja..
On the other hand, untung I have found Lushka yang bisa menemani gue dalam diam.
Mithya diam = mithya oon =P
gw setuju.....emang diam bukan berarti kita bete.gw sendiri kdg juga malas ngomong,lebih baik memperhatikan dan memikirkan serta mengimajinasikan.........
gw suka "diam".........
"silent is gold"..........
Poskan Komentar