Soon or Late
Dalam konsep halal-haram, barang/makanan-minuman/perbuatan haram adalah suatu yang hmmm....bisa dikatakan nikmat dan menghadirkan kepuasan tersendiri. Nikmat sesaat dan membawa dampak buruk jangka panjang. Bukan bermaksud untuk membicarakan konsep ini secara mendetail. Hanya sebagai prolog dan tongkat estafet tentang tulisanku sebelumnya tentang empat karakter perempuan. Khususnya tentang si asyik yang tidak setia.
Kenapa aku tertarik pada perempuan yang aku tau tidak setia? Mungkin karena aku berharap aku keliru dengan anggapanku. Setiap kali si dia melakukan suatu yang tanpa sadar telah menyakiti hatiku, aku akan mengabaikannya. Tapi setiap dia berbuat manis padaku, dia tau telah memenangkan hatiku. Dan itu membuatku kehilangan alasan bahwa dia bukan untukku. Kadang ada saatnya aku merasa tidak percaya diri, bagaimana perempuan semenarik dia bisa ada di sini bersamaku.
Dan saat moment itu hilang begitu saja...menjadi teramat menyakitkan. Mungkin ini masalah klasik bagi sebagian orang. Mungkin ini juga masalah kecil yang tak berarti bagai sebagian orang yang lain. Bagaimana masalah ini bisa menimbulkan rasa sakit di tempat yang kamu sendiri bahkan tak tau kamu miliki di dalam tubuhmu? Hanya merasa sakit. Itu aja. Setiap malam memikirkan detail apa kesalahanku, seandainya dulu aku begini mungkin sekarang tidak seperti ini hasilnya. Dan bagaimana saat yang singkat tersebut mampu membuatku sebahagia itu?
Sering kali teman ataupun sahabat dekat bilang bahwa bagaimana aku bisa membandingkan rasa sakit yang kuterima sama besar saat aku berpisah dengan sang putri yang sudah menemaniku dengan setia selama tujuh tahun dengan si dia yang hanya beberapa minggu. Kadang memang tidak bisa diterima logika. Tapi cinta, tak peduli dengan waktu. Tak bergantung pada durasi suatu hubungan.
Dan selayak aku pernah merasa rendah diri dan merasa takjub bagaimana dia bisa pernah berada di sisiku, kadang aku juga pernah merasa percaya diri, dan meyakinkan diriku sendiri bahwa dia akan sadar dan muncul di depan pintuku. Dan setelah itu, akupun akan melupakan semua rasa sakit yang aku terima sebelumnya. Cinta yang masokis.... *menghela nafas panjang mode on.
Cepat atau lambat, semua pasti ada saatnya. Ada saatnya aku akan benar-benar mengucapkan "cukup! ini sudah berakhir." Dan kemudian mungkin aku akan bertemu dengan seseorang yang bisa membuatku lebih bernilai. Dan bagian hati dan jiwaku yang telah pergi akan kembali pada akhirnya. Dan waktu yang aku sia-siakan dengan bergabung dengan PLSH (Pasukan Lesbian Sakit Hati) akan memudar begitu saja.


1 comments:
dear rie, aku pernah merasakan seperti ini, sis... aku suka tulisan ini...
aku mau dong daftar PLSH ^_*
*hugs*
Poskan Komentar