Untuk Perempuan Tercinta

Dear perempuanku...

Hari-hari sudah kulewati. Perpisahan ini berat bagiku. Tapi aku mencoba memaknai setiap langkah yang aku jalani. Kau adalah perempuan yang menarik, unik, dan rumit untuk di pahami. Mungkin itulah yang membuatmu menjadi begitu berarti bagiku. Perpisahan ini bukan karena aku sudah tak mencintaimu lagi, karena aku selalu mencintaimu. Bukan karena aku sudah tak merindukanmu, karena sejak aku memutuskan pergi aku sudah merindukanmu.

Dan jika suatu hari nanti, saat kamu berjalan seorang diri, dan merasa ada orang yang mendampingimu, dia adalah aku. Karena separuh jiwaku kuutus menemanimu. Jadi, jangan pernah merasa sendiri, karena itu takkan pernah terjadi padamu.

Read more...

Sometimes When You Win, You Lose

Kadang-kadang ada beberapa hal yang bisa kita raih dengan mudah. Selayak menjentikkan jari tangan, keinginan sudah terwujud. Sampai kita melupakan bagaimana cara berusaha untuk mendapatkan tujuan kita. Jadi kita berhenti mencoba bagaimana mempertahankan kemenangan yang sudah kita raih. Dan pada akhirnya, apa yang telah kita menangkan dulu tak bertahan lama. Semudah datangnya, mudah juga perginya.
Untuk mendapatkan yang terbaik, nggak ada salahnya harus melewati yang terburuk sekalipun. Dan nggak ada salah untuk berhenti sejenak saat kita lelah di tengah usaha kita. Dari pada kita memaksakan suatu hal yang mustahil, lebih baik berhenti dulu untuk berfikir, berfikir, dan berfikir mencari solusi yang terbaik.

Read more...

Ajang Perang Pun Dimulai

Pernah denger lagunya Hilary Duff yang Love is a battlefield khan? Neh lagu menggugah banget bagi orang-orang yang lagi memperjuangkan cintanya. Cinta memang seperti arena perang dan pemenangnya adalah yang berhasil menguasai daerah kekuasaan lawan yang bisa diartikan sebagai hati sang kekasih. Jatuh bangun *keinget lagu dangdut* pun serasa nggak berarti saat tropi kemenangan udah ada di genggaman tangan. Weits....jangan salah...perjuangan ini bukan hanya buat jombloer aja, tapi bagi yang punya kekasih, peperangan pun masih berkobar untuk mempertahankan. Bisa dianalogikan, para jombloer itu pahlawan sebelum proklamasi n yang lagi mempertahankan cintanya adalah pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan.
Intinya, seperti apapun halangannya, cinta wajib diperjuangkan...tak iye? Dengan berbagai cara kalo bisa. Menggunakan taktik dan strategi tentunya. Taktik dan strategi apa yang harus dipergunakan tergantung pada situasi dan kondisi dunk. Misal, kalo target suka clubbing, kita musti rela malaksanakan perang gerilya hehe...jayus mode on.
Nah..tiup terompet perangmu!!!!!!


We are young, heartache to heartache we stand
No promises, no demands
Love is a battlefield
We are strong, no one can tell us were wrong
Searchin our hearts for so long, both of us knowing
Love is a battlefield

Youre beggin me to go, youre makin me stayAlign Right
Why do you hurt me so bad?
It would help me to know
Do I stand in your way, or am I the best thing youve had?
Believe me, believe me, I cant tell you why
But Im trapped by your love, and Im chained to your side

We are young, heartache to heartache we stand
No promises, no demands
Love is a battlefield

We are strong, no one can tell us were wrong
Searchin our hearts for so long, both of us knowing
Love is a battlefield

Were losing control
Will you turn me away or touch me deep inside?
And before this gets old, will it still feel the same?
Theres no way this will die
But if we get much closer, I could lose control
And if your heart surrenders, youll need me to hold

We are young, heartache to heartache we stand
No promises, no demands
Love is a battlefield

We are strong, no one can tell us were wrong
Searchin our hearts for so long, both of us knowing
Love is a battlefield

We are young, heartache to heartache we stand
No promises, no demands
Love is a battlefield

We are strong, no one can tell us were wrong
Searchin our hearts for so long, both of us knowing
Love is a battlefield

Read more...

Khilaf


Lihatlah sayang...
awan menggumpal di langit
seperti gumpalan gula-gula kapas yang pasrah siap dijilati
Lihatlah sayang...

malam masih menghamparkan pilihan
dan aku bahkan tak sanggup memilih
seperti aku tak sanggup menolak
Aku membungkus tubuhku lebih rapat

dalam dekapan selimut yang hampir kusam

menggigil dalam gelisah yang terbuang
tak berharap pagi hadir menyapa

Manusia nggak akan lepas dari kesalahan. Manusiawi kok pernah berbuat kesalahan. Seperti konsep yin dan yang, manusia punya sisi terang dan sisi gelap. Protagonis dan antagonis. Tinggal mo nge-on-in switch yang mana. Atau meramunya menjadi kesatuan.
Pun juga aku, lembaran-lembaranku pasti udah disilang-silang pake spidol merah sama yang di atas sono. Plus dapet kritikan, celaan, sindiran, teguran, ataupun bentakan dari orang yang merasa kata-kata atau tindakanku itu salah. Sekalipun saat ada pilihan yang lebih baikpun, aku masih nyinyir dengan pilihanku dan membuat kesalahan yang fatal.
Jadi untuk kesempatan kali ini, ijinkan aku meminta maaf atas semua kesalahanku. Untuk siapapun yang merasa pernah aku sakiti atau aku rugikan. Maaf ya jeuuuung.....

Read more...

Turn Back Time


"Jika kamu diijinkan kembali ke masa lalu, kemanakah kamu akan pergi, dan untuk apa?" Kembali ke masa lalu, di sini intinya. Masa yang sudah kita lewati. Banyak hal yang telah terjadi di belakang sana, entah itu baik atau buruk, entah itu membuatmu bahagia atau sebaliknya. Dan jika kamu di tanya mengenai hal itu, apa kira-kira yang akan kamu berikan sebagai jawabannya?
Mungkin kamu akan kembali ke saat kamu melakukan kesalahan yang fatal hingga kehidupanmu sekarang menjadi hancur. Mencoba memperbaiki pilihan yang kamu ambil dahulu. Mungkin juga kamu ingin kembali ke saat seseorang masih hidup dan semasa dia hidup kamu begitu mengabaikannya. Atau mungkin kamu ingin menyembunyikan sesuatu rapat-rapat tentang kejadian di masa lalu. Atau mungkin juga kamu ingin pergi kemasa-masa bahagiamu dahulu, dan mencoba mempertahankan hingga tidak terjadi suatu hal yang membuat kebahagiaan itu memudar. Atau kemungkinan-kemungkinan yang lain.
Andai saja memang kita bisa memutar waktu seperti itu, mungkin banyak hal yang bisa kita perbaiki. Tapi kalau aku ditanya pertanyaan itu, aku akan menjawab, "Aku akan tetap di sini. Karena kesalahan di masa lalu bukan untuk di sesali. Jika aku tidak melakukan kesalahan, aku tidak akan belajar untuk memperbaikinya. Jika aku mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang mudah, aku tidak akan menghargainya."

Read more...

Stempel Pantat Truk

Salah satu hiburan dalam perjalananku adalah memperhatikan tulisan-tulisan di bagian belakang bak truk. Kadang-kadang aku berfikir, mungkin tulisan tersebut menggambarkan kepribadian sang sopir, mungkin juga sekedar iseng. Beberapa yang aku inget antara lain :
1. Nyupir demi istri; pasti sopirnya sayang banget sama sang istri.
2. Gampang Menangis; si sopir kalo ya suka kelilipan, pastinya dia orangnya sensitif banget. Macet, nangis. Laper, nangis. Kepanasan, nangis. Mogok, nangis. Ban bocor, nangis.
3. Jangan dinikahi kalo segel rusak; si sopir pribadi yang sok pilih-pilih. Ckckckck
4. Cintaku Berat di Bensin; supirnya pelit banget.
5. Ora Sama Bin Lain; sopirnya penggemar berat Osama tapi takut dikira gerombolan terorist
6. Cinta Ditolak Dukun Terbahak; sopirnya pernah mengalami pengalaman pahit dengan sang dukun.
7. Tak Sehina Yang Kau Duga; sang sopir pasti sering dilecehkan...kasihan...
8. Cintamu Tak Semurni Bensinku; sang sopir melankolis banget.
9. SPONGE DONG (bergambar cewek sexy yang lagi pose miring); bisa jadi si sopir pasti udah lama di jalanan, merindukan servisan sang istri, atau kalo nggak, si sopir jablay banget.
10. Fuck Here Miss Kind; si sopir menunjukkan identitas dengan cara gaul. "Fakir Miskin"
11. Maut Di Ambang Senja; si sopir ini mungkin udah punya firasat akan panjang umurnya...hehe...
12. Pemburu Jablay; si sopir ini psikopat, jauh-jauh deh dari truknya.
13. Korban Implasi; mungkin maksud si sopir, korban inflasi... si sopir baru bangkrut, trus bangting setir jadi tukang sopir truk.
14. Dimana Aku Berhanti, di situ Istriku Menanti; rada binun dengan artinya... Apa istri supir ini banyak, ada di setiap kota? Atau si istri punya pintu ke mana sajanya Doraemon?

Apa lagi ya... sementara ini hanya itu yang aku inget. Ada yang mo nambahin?

Read more...

Away To Go


"Berapa lama lagi kamu di Bandung Rie?" tanya sahabat-sahabat yang kutinggalkan. "Aku nggak tau, aku butuh waktu. Aku belum siap untuk pulang. Dan mendapati rumah hatiku yang sempat ditinggali itu kosong," jawabku pada mereka. "Pulanglah Rie! Hadapi kenyataan. Terima saja. Ikhlaskan. Kamu mau berlari sejauh apapun, tidak akan berguna," versi pertama seorang sahabat. "Pulanglah Rie! Perjuangkan cintamu! Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Asal kamu mau berusaha," versi kedua jawaban yang kuterima.
Dan setelah hari ke-6 perjalanan ini aku lalui, aku masih merasa bimbang dengan hatiku. Berusaha sok kuat. Rossa dot com (tegar). Visi romantis manusiawiku selama ini seperti tercetak di mana-mana. Di langit-langit, di cermin, di balik pintu, di tutup toilet duduk, di bawah selimut, di dasar laci meja, di dinding lemari penginapan yang aku tinggali. Apa harus dirancang ulang misi untuk mewujudkan visiku, atau dilupakan begitu saja?

Read more...

Cermin

Cermin adalah barang yang nggak penting-penting banget dalam kehidupanku. Rambut cepak membuatku nggak perlu sisir dan menata detail belahan rambut di depan cermin. Dandan? On no... Bersihin wajah? Cukup sambil mandi. Masa-masa narsis juga udah lewat. Adanya juga malah males perhatiin wajah sendiri, seiring berjalannya waktu, ada aja satu goresan di kulit wajah...yup kerut. Meski garis tipis, lumayan mengganggu juga.
Tapi nggak dapat di pungkiri, aku juga membutuhkan "cermin" yang bisa merefleksikan siapa aku sebenernya. Sudah baikkah tindakanku? Sudah layakkah aku disebut sebagai manusia? Aku membutuhkan cermin ini untuk instropksi diri. Seperti pepatah Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat aku masih sering menjugde seseorang dengan kesalahan-kesalahannya tanpa melihat ke diriku sendiri. Emang aku udah "bener" apa kok sampe berani menyalahkan orang lain terhadap suatu kejadian? Enggak. Aku nggak boleh munafik dengan menutup cermin besar yang ada di hadapanku dan malah mencari-cari kesalahan di orang lain. Jadi orang bener itu memang sulit. Banyak banget godaannya.
Seperti saat menonton pertandingan olah raga. Sang komentator dengan gampangnya mengkritik cara bermain atlet. Tapi apa dia mengetahui pasti apa yang dihadapi sang atlet. Kritik membangun????? Bagiku kritik itu menjatuhkan. Aku adalah orang yang paling nggak suka di kritik. Saat ada orang yang mengkritikku, aku akan mengingat kata-katanya. Sampai nggak bisa tidur. Terngiang-ngiang.
Dan selama perjalanan ini, aku membuka lagi tirai cermin yang beberapa waktu aku pasang. Ternyata aku bukan orang "bener." Si naif, si munafik yang memasang topeng sok suci. Aku telah banyak menghakimi orang-orang di sekitarku. Dan aku mengabaikan sisi baik mereka. Hei...aku nggak suka dengan refleksi ini. Aku nggak mau menjadi orang yang terpantul di cermin itu. Aku harus bisa merubah pantulan cermin itu agar lebih baik. Memperbaiki kecacatan yang tampak di mata batinku.

Read more...

Hari Ke-3

Hari ketiga masih di Bandung. Karena kecapekan dan pemulihan pasca nyium pantat panter jadi baru ngangkat badan dari tempat tidur sekitar jam 8 pagi. Udah bangun seh dari jam 5 dan udah ngobrol-ngobrol via telphon sama teman-teman. Nggak ada planing. Jadi setelah mandi tujuan awal nyari sarapan. Naek ke daerah Dago Pakar, sejuk banget...nyaman buat nenangin pikiran. Jadi lupa mo nyari sarapan. Turun dari Dago Pakar malah nyasar ke kampung-kampung gitu...hiks....
Ada warnet neh...belok bentar buat ngeprint peta Bandung. Sialnya warnetnya nggak punya printer. Argggghhhh....Keluar warnet ada ibu-ibu berwajah ramah banget, tanya aja deh. Malu bertanya, bingung-bingung dah. "Ibu, jalan ke Dago lewat mana ya?" "Oh...dari sini lurus aja Teh, ngikutin mobil angkutan yang warna biru kuning." "Makasih ya Bu..." plus ngasih senyum manis hehe...
Sampe Dago baru deh bisa bernapas lega....(sebelumnya nyesek kayak kena asma hehe lebay dot com). Liat tanda ke Lembang jadi pengen ke sana...tapi begitu liat kemacetannya....langsung ilfil buat ngelanjutin. Muter-muter aja di Jl Setiabudi. Oia...pengen ke Potluck...tanya ke Orion ah. Petunjuk yang beliau kasih malah menyesatkan. Muter-muter nggak jelas. Malah tertarik mampir ke semacam pujasera gitu di Jl. Imam Bonjol. Rame banget euy...pasti enak neh. Mampir dah. Kalap liat makanan. Pesen baso tahu, mie yamin, es jeruk, es doger. Kenyang sangat. Pengen batagor juga seh...tapi udah nggak muat perutnya. Abis makan, nyoba cari lagi Potluck. Dapet petunjuk deket UNPAD cari Jl H Wasid. Tapi tetep aja aku muter-muter nggak jelas. Capek, putus asa, balik aja ke penginapan....pas perjalanan balik malah ketemu. Jiahahahaha.... Potluuuuuuuck.... i'm comiiiiiing. Tapi kok capek ya...ngantuk lagi. Balik aja dah.
Kayaknya kalo ke Bandung lagi perlu rencana yang matang. Dan nggak perlu nekat-nekat pergi pake motor. Sayang banget ngelewatin semua yang ada di kota ini. Tapi aku pasti balik ke sini lagi. Masih banyak kuliner yang patut dicoba. Hayo...hayoooo... sapa mau jadi guide-nya? hehe...

Read more...

Hari Ke-2

Akhirnya sampe juga kemarin di Semarang. Prediksi sampe semarang sebenernya jam 6 sore....berhubung di daerah Kudus dan Demak, jalanannya hancur total plus macet karena perbaikan jalan akhirnya molor hingga jam 8 malem. Masuk hotel, dan beruntung masih ada kamar single. 90ribu semalem....lumayan lah. Abis mandi, terus keluar hotel cari makan beli nasi kucing 1500an sama es teh 1000. 2500 lumayan buat ngeganjel perut hehe... Nasib jadi backpacker tapi miskin hiks...
Bangun kesiangan...jam setengah 7 baru bangun terus mandi. Pas buka pintu...eh ada kupon makan....girang sangat...tau aja neh hotel, aku lagi ngirit. Padahal 2 tahunan yang lalu pas aku nginep di hotel itu juga, nggak ada tuh kupon makan gratis.... Alhamdulillah.
Setelah bebenah, jam 8 pagi melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon. Di Cirebon kecelakaan, untungnya nggak terlalu parah, jadi lanjut aja deh. Majalengka-Sumedang-dan akhirnya....Banduuuuuuuuuuuuuung.... ciewek cieweeeeek geuliiiiiis....hehehe....
Cari penginapan kok ya susah banget. Weekend bikin hotel-hotel penuh. Tapi akhirnya dapet kayak losmen gitu, syerem euy.... tapi daripada jadi gelandangan. Mandi, liat luka memar hasil karya kecelakaan tadi trus siap-siap ke Dago. Makan. Nah sekarang lagi di warnet...posting ini dunk. Hari Minggu rencana mau lanjut ke Jogja....

Read more...

Journey Begin

Jadi neh ceritanya sedang melakukan suatu perjalanan. Perjalanan ini sebenernya udah aku inginkan sejak masih kuliah dulu. Melalang dari kota ke kota dengan duit secukupnya. Nah baru keturutan hari ini. Tanggal 2 Juli pagi hari, nggak ada niat untuk pergi. Bahkan sempet bikin tulisan buat ngisi blog jam 7 pagi tadi. Dan...eng ing eng.... tiba-tiba aja keinginan yang sempat terpendam itu muncul lagi. Siap-siap masukin baju secukupnya ke dalam backpack, dan perlengkepan mandi tentunya. Liat duit di dompet tinggal 18 ribu. OK...nekat aja deh berangkat. Tujuan...ke arah barat pastinya.
Jam 9 semua persiapan udah kelar, udah sarapan yang banyak biar nggak jajan di jalan, udah pipis juga biar nggak repot cari toilet dalam waktu dekat, slayer, kaos kaki, kaos tangan pun udah di pake, tinggal cari alasan ke ibu kenapa aku bawa-bawa tas segede gaban di punggungku. Dan setelah berboong dikit *maafin aku ibuuuuuuu* akhirnya aku berhasil kabur dari rumah dengan motor bututku. Isi bensin dulu, full tank. Trus ambil duit di atm 150 ribu. Ini kudu bisa bertahan sampe pulang lagi. Cukup nggak cukup kudu cukup.
Hari ini target kudu nyampe Semarang, tapi kalo nggak sempet sampe Semarang ya apa boleh buat. Kota-kota yang sudah kulewati dari titik nol (Malang) antara lain : Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Babat, dan sekarang (13.00) aku berada di Tuban. Istirahat sejenak untuk melepas lelah. Sekalian cari warnet untuk posting blog yang udah lama aku anggurin.
Rencananya sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang, mo servis si moza motorku. *jadi inget ada seseorang yang bersedia mengantar servis si moza, lagi ngapain ya si dia? halah....."
Cukup sudah istirahat di warnet, mo nyari bengkel buat servis si moza dulu, trus lanjutin lagi perjalanan....

Read more...

Si Ulat Kecil

Dikisahkan, ada seekor ulat kecil yang sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air. Jadi sepanjang hidupnya, dia selalu kekurangan makanan.
Didalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya untuk mencari kehidupan dan lingkungan baru. Akan tetapi dari hari ke hari, dia tidak memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya.
Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri keluar dari rumahnya. Ia mulai merayap ke depan tanpa menoleh ke belakang.
Namun setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, "Jika sekarang aku berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh."
Kemudian dia berpikir lagi, "Kalau berjalan lebih jauh lagi, aku khawatir jalan pulang pun tidak akan kutemukan lagi. Mungkin, akhirnya aku tersesat dan entah bagaimana nasibku nanti...!"
Ketika si ulat sedang bergerak maju dan mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya.
"Halo ulat kecil!" kata suara itu. "Apa kabar? Aku adalah Kepik. Aku senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuaca yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik."
Si ulat memandang kepada si kepik, kemudian menjawab, "Benar sekali Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik."
Kemudian memutuskan untuk bertanya pada sang kepik, "Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?"
"Oh....aku tau!" jawab si kepik. "Jalan di depan yang akan kamu lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku! Dan agak jauh di sana, ada gua yang gelap yang harus kamu lalui."
Kepik itu kemudian melanjutkan kata-katanya, kali ini lebih lambat dan penuh tekanan. "Tetapi, setelah kamu mampu melewati kegelapan tersebut, aku beri tahu ya, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana, kamu pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan sejak lama."
Si kepik dengan bersemangat terus memberi dorongan kepada ulat yang tampak ragu-ragu dan ketakutan.
"Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?" tanya ulat.
"Tidak ada jalan pintas ke sana sobat. JIka kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu," jawab kepik dengan tegas.
"Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah. Fokus pada tujuanmu dan tetaplah berjalan. Maka, kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!"
Sambil berteriak penuh semangat, si kepik pun meninggalkan si ulat kecil.

By Andrie Wongso

Note:
Ilalang, kamu adalah si ulat kecil dalam kisah ini. Dan doaku selalu teriring untukmu dalam perjalanan hidupmu.

Read more...

Kemarin

Kemarin masih kulihat perempuan yang aku cinta. Duduk di sudut ranjang yang kutiduri. Diam dan menawan.
Kemarin masih kuhirup wangi tengkuk perempuan yang kupuja. Dalam dekapan lenganku yang terjulur melingkari tubuhnya. Sunyi dan menyatu.
Kemarin masih kucium perempuan pendamping jiwaku. Rapat membelai bibir, menggiring benang kasih. Hening dan manis.
Tapi, kemarin adalah mimpi yang terlewat. Yang tersisa hanya gurat makna dan bisikan bisu dalam kekosongan. Menyambut getirnya perpisahan.

Read more...

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008 ~ Edit Design by Rie

Back to TOP