1.9.11

Meruntai Kata

meruntai kata, hanya ini yang kubisa. tak sekedar meruntai, inginku, meruntai menjadi noktah cahaya kunang-kunang yang melayang di antara pucuk pucuk ilalang. seperti saat angin menyampai rindu para kekasih dari kecup kecupnya. seperti bisikan mesra senja di sela tirai hujan. meruntai kata, dari binar matamu yang selalu bisa menghapus kesedihanku akan cinta kita. cinta yang tak mungkin bersatu sekalipun kita teramat menginginkannya. cinta yang tak pernah sanggup menjemput impiannya. sekedar mencecap tebu dari percakapan dan perjumpaan sesaat. meruntai kata, hanya itu yang kubisa. entah apa lagi