18.10.11

Once Upon a Time

Beibeb lagi ngapain?
Lagi kopek kopek bibir
....
Apa? Mo ngomong apa?
Nggak.... itu khan aturannya. Nggak boleh
Nggak boleh apa?
Iya... nggak boleh kopek kopek
Itu khan buat kamu. Buat rakyat-rakyatku
Loh... nanti jadi raja yang lalim
Iya, aku emang raja yang lalim
Astaga
Iya, awan bengi nggak iso lalim
Tuh khan.... awan bengi nggak iso laliiiiim
Hihihi
Aku yang bikin peraturan coba, beibeb nggak boleh plirak-plirik, bu suster boleh plirak-plirik
Ih mana bisa...
Itu peraturanku, khan sama-sama punya peraturan
Apa? Rakyat jelata kok bisa bikin peraturan. Raja dunk yang bikin peraturan
Nggak boleeeeeh
Kenapa?
Sama-samaaaa
Aku khan raja yang lalim, jadi kalian semua yang melaksanakan peraturan
Enggak... aaaaah aku kok kalah terus siiiih! Nggak boleh semena mena
Bagi raja yang lalim, peraturan di buat untuk di langgar. Hore!
Hhhhhh... sudah tah, jangan kopek kopek!
Aku nggak kopek-kopek cuma garuk garuk aja
Sama ajaaaaa... nanti luka. Nggak boleh! Peraturannya nggak boleh
Kenapa beibeb?
Ada gitu gatal di bibir? Gatal kok d bibir.
Lagian kalo rakyatku salah, aku nggak akan memukul rakyat-rakyatku.
Tapi raja yang lalim
Iya.... Hukumannya, kalo aku yang menghukum.. akan aku gelitikin
Kalo raja yang berbuat salah, apa hukumannya?
Raja nggak perlu salah, enak aja raja yang salah. Raja yang bikin peraturan, kok raja yang salah.
Tapi rajanya melanggar peraturan
Tapi khan peraturan bukan buat raja.
Iiiiiih rajanya lalim. Nanti sama rakyatnya dikutuk jadi batu.
Batu apa?
Batu raja yang lalim! Gitu
Hmmm intan? Batu intan?
Enggak, batu biasa. Batu raja yang lalim
Amethyst? Batu Amethyst?
Ihh... itu batunya aku.
Trus? Oooooo batu saaaafiiir. Batuku
Eh.. semena mena. Batu biasa! Nggak ada harganya, mau?
Eh... Tuhan menciptakan segala sesuatu itu pasti berharga.
Iya, batu raja yang lalim. Begitu rajanya di kutuk menjadi batu, batunya di hancurin untuk bikin jalanan. Hayo! Hayo! Hayoooo!
Sapa yang berani ngancurin batuku, akan kuentup.
Hihihi... rajanya jadi batu, nggak bisa ngentup.
Bisa! Aku robohin badanku. Goyang...goyang... goyang... goyang... trus aku robohin ke orang.
Trus?
Kapok kejepit!
Tapi batunya pasti nggelinding, soalnya rajanya khan bunder.
Hihihi.... enggaaaak!
Iya beibeeeeb. Rajanya yang lalim itu bunder, makanya di sebut raja anak lebah.
Tapiiiii... tatakan yang di bawahnya itu bentuknya kotak, jadi nggak mungkin dia nggelinding.
Mungkin mungkin kalo posisinya dia miring.
Kalo miring khan nggak mungkin nggelinding beibebkuuuu
Perutnya bulet...khan yang patah cuma dari kaki khan... Nah! Glinding glinding glinding glinding.... kecebur ke laut. Hayo!
Nyebur ke laut?
Iya!
Trus?
Tenggelam deh
Hmmmm... enak aja, kalopun kecebur pasti ada yang mau menolongku
Siapa yang mau menolongmu?
Ikan!
Kenapa ikan harus menolong raja yang lalim?
Ikan duyung yang cantik cantik
Idiiiiih!!!! Milih! Hihihihi dasar genit!
Iya dunk, aku ngerayu
Apa rayuannya?
Hai ikan duyung cantik tink tink... gitu!
Pasti kamu menyanyi... duyung duyungku mari kemari ikutlah aku ke kebun bibi... di sana banyak kesukaanmu, cacing yang gemuk... Trus kata si duyung, aku nggak makan cacing ya! Langsung di tinggal. Dasar raja yang lalim!
Aku pasti di tolong
Idih!
Di dorong balik ke daratan
Trus? Tetep jadi batu
Enggak. Trus ada ibu-ibu yang pernah aku kasih uang receh, trus aku di tolong, aku di kutuk lagi jadi raja. Horeeee!
Ahhhh... nggak enak.
Eh... aku raja, jadi aku yang mengatur carita.
Masa dalam ceritapun lalim juga
Hihihi... iya dunk. Lalim itu nggak boleh setengah setengah, harus totalitas.
Ya sudahlah. Aku menyerah.
Hihihi... ok! Sekarang aku lagi kopek kopek kulitku yang kering di pantat.
Astagaaaaaaa... hhhhh... aku tidak berdaya!