Saat kau baca ini kekasih, aku tengah menujumu. Tunggulah aku, kan kujumputi demi sedikit kerinduan dari kantung-kantungmu. Sungguh, aku juga terhuyung menujumu. Pekak-pekak rindu ini juga sudah mulai mengganggu keseimbanganku. Maka tunggulah! Segera kita akan menguburkan kerinduan yang menua ini.
Saat kau baca ini kekasih, aku tengah menujumu. Tunggulah aku, kan kujemput senyuman di bibirmu. Sungguh, debaran itu masih tetap terjaga seperti saat pertama. Maka tunggulah! Segera kita hancurkan tembok jarak di antara kita.