...saat melihat orang tersayang berhasil melalui dengan baik salah satu tahap perjalanan hidupnya. Saat melihat perempuanku naik ke podium wisuda dengan anggun. Saat melihatnya tersenyum bahagia melihatku mendampingi dia di wisuda. Pengalaman pertama bagi aku mendampingi partner wisuda. Sebelumnya bisa di tebak lah... kalo nggak dibolehin ex-partner (karena dia parno dicurigai keluarga dan teman2) kalo nggak gitu ya ex-partner emang lagi nggak melalui tahapan ini saat bareng aku.
Awal-awal partnerku juga agak2 ragu. Keputusannya berubah-ubah antara aku ngedampingi dia atau nggak. Akhirnya dia mutusin aku ikut aja ke Semarang. Beruntungnya adiknya nggak mau ikut ke acara wisuda, jadi jatah undangan untuk dua orang diwakilkan ke aku... nemenin ibu. Beruntung lagi bisa ngedapetin tempat duduk di barisan no-2 dari depan. Jadi bisa ngeliat acara dengan jelas tanpa gangguan.
Begitu beibeb keluar gedung langsung aku sambut dengan ucapan selamat, ciuman pipi dan sebuket kecil bunga. Rasanya itu semua nggak sebanding dengan rasa banggaku pada partner. Tapi.... ssstt... jangan bilang-bilang ya kalo aku mupeng juga waktu liat dia lengkap dengan kebaya dan rias wajahnya....hehehe... jadi malu... Abisnya dia anggun dan cantik banget. Pengen banget rasanya nyulik dia dari prosesi acara wisuda buat di ajak ke penghulu hehehe...